Gangguan Mental Pada Anak

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja gangguan mental yang dialami pada anak. Gangguan mental pada anak cukup sulit untuk diidentifikasi oleh orang tua, sehingga banyak anak yang seharusnya bisa mendapat pengobatan malah tidak mendapat bantuan yang mereka butuhkan.

Gangguan Mental Pada Anak

Oleh sebab itu, sangat krusial bagi orang tua untuk dapat memahami beberapa cara mengenali tanda-tanda gangguan mental pada anak, yang jika diabaikan bisa berdampak buruk bagi perkembangan anak dan semakin susah untuk diatasi.

Definisi Gangguan Mental

Gangguan mental atau penyakit mental diartikan sebagai pola atau perubahan pada pola berfikir, merasakan, hingga berperilaku yang dapat menyebabkan penderitaan atau merusak kemampuan seseorang pada aktifitas sehari-harinya.

Gangguan kesehatan mental secara umum dapat diartikan menjadi keterlambatan atau gangguan dalam mengembangkan pemikiran, perilaku, keterampilan sosial, hingga kontrol emosi yang sesuai dengan usianya.

Masalah ini menyulitkan anak dan dapat menghambat kemampuannya untuk berfungsi dengan baik di lingkungan tempat tinggal, sekolah, maupun lingkungan sosial lainnya. Cukup sulit mengenali tanda-tanda gangguan mental pada anak, karena perbedaan tanda pada setiap umur anak.

Gangguan Mental pada Anak

Terdapat beberapa gangguan kesehatan mental atau gangguan perkembangan yang dialami oleh anak-anak yang dapat ditangani oleh seorang profesional kesehatan mental, diantaranya yaitu :

  • Gangguan Kecemasan
    Gangguan kecemasan yang dialami oleh anak-anak biasanya berupa ketakutan, kekhawatiran hingga kecemasan yang dapat merusak kemampuan mereka untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya saat bermain, sekolah, maupun situasi sosial lainnya.
  • Autism spectrum disorder (ASD)
    Autism spectrum disorder merupakan kelainan perkembangan syaraf seseorang yang dapat mempengaruhi bagaimana cara orang tersebut untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan ha-hal yang ada di sekitarnya. Biasanya kondisi ini muncul di masa anak-anak sebelum berumur 3 tahun.
  • Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
    Attention deficit hyperactivity disorder atau dikenal dengan ADHD merupakan kondisi ketika terjadinya gangguan perkembangan saraf yang berpengaruh pada motorik (gerakan) seseorang. Gangguan mental ini kerap kali dialami oleh anak-anak. Biasanya seorang anak dengan ADHD susah untuk fokus, hiperaktif dan impulsif.

Tanda-tanda Gangguan Mental

Sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda yang aneh yang dialami oleh anak dalam kehidupan sehari-harinya, karena hal ini akan terus tumbuh dan berkembang bersama semakin besarnya anak.

Berikut ini beberapa tanda-tanda gangguan mental yang dialami pada anak, diantaranya yaitu :

  1. Anak berhenti melakukan aktifitas yang biasanya mereka senangi, misalnya bermain sepakbola atau bermain alat musik.
  2. Kemarahan yang menimbulkan masalah, biasanya kemarahan ini dimunculkan dengan memukul diri sendiri atau orang lain, hiperaktif, mengamuk diluar kendali pada orang-orang disekitarnya.
  3. Perubahan suasana hati yang berlangsung cukup lama, misalnya selama 2 minggu atau lebih, bisa jadi anak-anak membutuhkan sedikit dukungan untuk mengatur emosinya.
  4. Menolak untuk melakukan hal baik yang biasanya mereka lakukan, misalnya bermain kerumah teman atau belajar kelompok bersama.
  5. Mengalami kesulitan tidur. Masalah kesulitan tidur ini berkelanjutan yang bisa mengakibatkan mimpi jelek dan kecemasan.
  6. Menunjukkan sikap aneh, misalnya menyimpan sobekan kertas, dan hal lain yang dirasa aneh dilakukan oleh anak.
  7. Mengalami banyak rasa sakit yang tidak bisa dibicarakan, misalnya sakit perut, sakit kepala, dan lain sebagainya. Apabila dokter tidak menemukan penyebab medis dari keluhan tersebut, bisa jadi berasal dari tekanan emosional.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai prioritas penilaian kesejahteraan pegawai. – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peraturan yang berbeda pada setiap bidangnya, termasuk mengatur kesejahteraan pegawai. Dengan adanya peraturan mengenai kesejahteraan pegawai, diharapkan dapat memberikan jaminan dan rasa aman kepada para pegawai.

Apabila kesejahteraan pegawai terjamin, maka otomatis pegawai tersebut akan memberikan feedback yang lebih banyak terhadap perusahaannya. Perkembangan dari sebuah perusahaan atau instansi juga memiliki hubungan dari kesejahteraan yang diterima oleh pegawai.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Memahami Kesejahteraan pegawai

Kesejahteraan pegawai dapat dipahami sebagai kesehatan fisik, mental, emosional dan ekonomi seorang pegawai secara keseluruhan. Hal ini dapat dipengaruhi oleh banyak aspek, misalnya hubungan pegawai dengan pegawai yang lain, maupun dengan atasan, jam kerja yang berlaku, keputusan yang dibuat, penghasilan, hingga keselamatan kerja pegawainya.

Ada banyak macam aspek yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan pegawai, biasanya tingkat aspek ini berbeda-beda pada setiap pegawai. Hal ini dapat mendukung motivasi pegawai, sehingga mereka menjadi lebih sehat dan produktif dalam bekerja.

Terdapat juga aspek-aspek yang berasal dari luar diri pegawai tersebut yang tentu saja berpengaruh besar terhadap produktifitas pegawai di lingkungan kerja, misalnya sedang diterpa masalah keuangan, stres terhadap beban kerja, hingga kesehatan anggota keluarga.

Prioritas Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Berikut ini beberapa prioritas yang dapat digunakan sebagai penilaian dari kesejahteraan karyawan, diantaranya yaitu :

  • Kesehatan fisik
  • Kesehatan mental
  • Kesehatan finansial
  • Keberlangsungan karir yang baik
  • Keamanan sosial
  • Komunitas yang memadai
  • Purpose driven well-being

Dengan adanya prioritas seperti diatas dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pimpinan maupun atasan dalam menilai kesejahteraan pegawainya, sehingga pegawai dan atasan dapat bekerja bersama-sama untuk membangun hingga meningkatkan kesejahteraan pegawainya di perusahaan tersebut.

Manfaat Penilaian Kesejahteraan Pegawai

Dampak dari adanya penilaian terhadap kesejahteraan pegawai memberikan beberapa manfaat, diantaranya yaitu :

  1. Peranan Pegawai yang semakin terlihat
    Ketika perusahaan membuat sebuah budaya yang lebih tepat untuk kesehatan pegawai, maka pegawai juga akan memberikan hal kerja yang lebih terlihat. Dengan adanya budaya tersebut, akan memperkuat hubungan antara pegawai maupun dengan atasannya, hingga membawa dampak pegawai akan tetap tinggal didaerah mereka bekerja dalam waktu yang lama.
  2. Menaikkan produktifitas pegawai
    Apabila kesejahteraan pegawai terjamin, maka cenderung pegawai lebih produktif dalam bekerja. Hal ini karena pegawai merasa cukup waktu untuk istirahat, bertemu dengan rekan kerja lain, sehingga memiliki motivasi kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  3. Dapat mengurangi biaya kesehatan
    Dengan sejahteranya pegawai, otomatis perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk menjamin kesehatan pegawainya, karena akan berkurangnya pegawai yang sakit ketika bekerja.
  4. Mempererat kerjasama antar pegawai
    Ketika pegawai bekerja membentuk tim, otomatis akan lebih produktif dan kualitas pekerjaan juga menjadi lebih baik. Biasanya menjadi lebih kreatif dan menyebarkan ide-ide yang lebih inovatif.

Salah satu poin krusial supaya para pegawai mampu bertahan dalam kantor kawasan dia bekerja adalah tentang kepuasan. oleh karena itu, penting bagi setiap perusahaan buat bisa memahami apa saja yang diperlukan dalam manajemen kepuasaan setiap pegawai. agar mampu membantu Anda lebih paham akan hal tadi, tidak terdapat salahnya buat membaca buku Manajemen Kepuasan dan Keterikatan Pegawai yg sudah mempunyai poin-poin krusial pada dalamnya.

Kebahagiaan Mental yang Sehat

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara menjaga kebahagiaan dengan mental yang sehat. Jika membahas kesehatan, umumnya hanya memperhatikan kesehatan fisik saja. Padahal kenyataannya, kesehatan mental tidak kalah penting. Oleh sebab itu, krusial sekali menjaga kesehatan mental agar tetap sehat dan terjaga.

Kebahagiaan Mental yang Sehat

Ada banyak cara untuk mencari kebahagiaan, tentu saja kebahagiaan dengan tetap memperhatikan mental yang sehat. Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh lingkungan diri sendiri dan sekitar. Berikut ini terdapat beberapa tips untuk menjaga kebahagiaan untuk mental yang sehat, diantaranya yaitu :

  1. Kenali tanda-tanda apabila mengalami mental yang terganggu
    Beberapa orang tidak menyadari kalau kondisi mentalnya sedang tidak baik-baik saja, hanya mengerti jika dirinya sedang tidak mood, atau sedang malas bersosialisasi. Padahal, terdapat beberapa tanda yang bisa diketahui jika mental sedang terganggu. Jangan berlarut dalam kondisi mental yang terganggu, segera cari penyebab dan kemudian mengembalikan keadaan.
  2. Peduli terhadap diri sendiri (self care)
    Terlalu sering mengurusi persoalan anggota keluarga yang lain membuat seseorang lupa terhadap dirinya sendiri. Setidaknya sediakan waktu untuk mengurus diri sendiri, misalnya perawatan wajah dan tubuh.
  3. Makan makanan yang sehat dan bergizi
    Memakan makanan yang sehat dan bergizi secara teratur tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan kesehatan mental. Rasanya akan sangat bahagia bila tubuh sehat, mental juga sehat.
  4. Menghabiskan waktu bersama teman maupun pasangan
    Tanpa banyak pertimbangan apabila ingin menghabiskan waktu bersama teman maupun pasangan, karena hal ini dapat meningkatkan level hormon oksitosin yang berpengaruh untuk kebahagiaan diri sendiri.
  5. Tidak lupa untuk merayakan pencapaian sekecil mungkin

    Dengan merayakan pencapaian yang kecil, hal itu berarti sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hal ini dapat membahagiakan bagi diri sendiri, sehingga kesehatan mental akan tetap terjaga.

  6. Berjemur dibawah sinar matahari pagi
    Seperti diketahui bahwa sinar matahari pagi memiliki vitamin yang bagus untuk kulit, kesehatan, maupun kebahagiaan. Bisa berjemur di waktu pagi sambil berenang, bersepeda, berjalan kaki, maupun bermain dengan anak-anak.
  7. Menyelesaikan tugas
    Dopamin merupakan hormon di pada otak yang mampu mengatur banyak sekali sikap serta kondisi fisik. waktu merasa senang, hormon ini otomatis semakin tinggi. Salah satu yang bisa dilakukan ialah menuntaskan tugas. sempurna banyak tugas yg harus dikerjakan Mama serta belum tentu semuanya bisa selesai. menuntaskan salah satu tugas mampu memberikan rasa lega serta menaikkan dopamine secara alami. selesainya itu, Mama umumnya akan merasa lebih termotivasi.
  8. Meditasi
    Melakukan meditasi mampu jadi galat satu cara mempertinggi serotonin. di pada tubuh, serotonin bermanfaat buat memperbaiki suasana hati agar lebih senang. Berdiam diri pada keadaan hening, berdiskusi dengan isi kepala serta melepas penat yg tertahan pada dada serta ketua dengan meditasi bisa menyampaikan kebahagiaan tersendiri.
  9. Bermain dengan buah hati

    Cobalah bermain bersama buah hati tersayang. Kesampingkan seluruh tekanan dan datanglah dengan hati suka serta pikiran kosong buat bermain bersamanya. Menghabiskan ketika memeluk, bercanda, tertawa serta saling mengatakan rasa cinta bersama anak mampu mempertinggi hormon oksitosin di pada tubuh.

  10. Rajin tertawa
    Satu lagi hormon yang diperlukan tubuh buat mencapai mental yang sehat merupakan endorfin. Hormon ini dikenal menjadi pain killer dan bisa mempertinggi level kebahagiaan seseorang. Cara termudah artinya menggunakan rajin tertawa. Mama bisa berlatih tertawa dengan membaca hal-hal yang lucu, menonton film lucu, dan tidak terlalu berfokus menanggapi hal mungil. Semakin seringkali tertawa, level endorfin bisa menggunakan otomatis semakin tinggi.
  11. Berlatih serta berolahraga
    Dengan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan mental. Sesudah berkeringat dan lelah, tubuh secara alami mengeluarkan hormon endorfin yang bermanfaat buat kesehatan mental.

Demikian pembahasan mengenai beberapa tips menjaga kebahagiaan dengan mental yang sehat. Apabila tidak merasa lebih baik, dapat menghubungi tenaga profesional untuk membantu.

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

Dalam lingkungan kerja, krusial bagi perusahaan untuk memberikan dukungan terhadap menjaga kesehatan mental karyawan sebagai upaya menciptakan budaya kerja yang sehat dan positif. Bagi kebanyakan orang, pekerjaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pekerjaan merupakan tempat dimana seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mendapatkan penghasilan dan menemukan teman. Oleh karena itu, krusial untuk melindungi kesehatan mental karyawan di kantor.

Manfaat Mendukung Kesehatan Mental 

Dengan manajemen yang baik, dukungan terhadap kesehatan mental karyawan bisa menaikkan produktivitas sampai 12%. Manfaat yang mampu dihasilkan dengan mendukung kesehatan mental karyawan antara lain :

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

‍1. Menaikkan Produktivitas

Penelitian menunjukkan bahwa 86% karyawan yang mendapatkan perawatan untuk depresi mengalami peningkatan kinerja, bahkan dapat mengurangi tingkat ketidakhadiran hingga 40%-60%.

2. Meningkatkan Retensi Karyawan

Dikutip dari The Great X Report dari Michael Page Indonesia, sebanyak 68% karyawan di Indonesia bersedia mengorbankan gaji, insentif, atau promosi untuk menerima kesehatan mental dan kebahagiaan. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental harus menjadi prioritas bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya. Perusahaan perlu mendukung semua komponen yang dapat membangun lingkungan pekerjaan yang sehat, seperti : kesehatan fisik, emosional serta mental, serta pengembangan profesional.

3. Menurunkan biaya Perawatan

Menurut National Alliance on Mental Illness, tingkat penyakit kardiovaskular dan metabolisme dua kali lebih tinggi pada orang dewasa dengan penyakit mental yang serius. Dengan menjaga kesehatan mental karyawan bisa berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Semakin karyawan senang di tempat kerja, mereka akan lebih sehat secara fisik, yang tentu berdampak positif pada kinerja perusahaan.

Di Indonesia, kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental telah semakin baik, namun masih banyak yang menganggap kesehatan mental merupakan permasalahan abstrak apabila dibandingkan dengan kesehatan fisik yang lebih mudah diidentifikasi. Padahal faktor-faktor eksternal seperti lingkungan kerja jua dapat memicu terganggunya kesehatan mental seseorang, seperti komunikasi antar rekan kerja yang jelek, tugas yang samar-samar, terbatasnya ruang berekspresi, serta lainnya.

Menjaga Kesehatan Mental Karyawan

‍Mengenai kesehatan mental, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk mendukung kesehatan mental masing-masing pegawainya dengan menciptakan lingkungan kerja yg sehat serta jauh asal faktor-faktor eksternal penyebab terganggunya kesehatan mental. ada beberapa cara yg bisa dilakukan perusahaan buat mendukung kesehatan mental karyawan, antara lain yaitu :

1. Tingkatkan kesadaran Kesehatan Mental di tempat kerja

Merupakan langkah awal untuk mendukung kesehatan mental karyawan pada lingkungan kerja. Dengan menyediakan sumber daya untuk membantu karyawan mengenal lebih dalam mengenai kesehatan mental, serta gosip bagi karyawan yang membutuhkan bantuan, karyawan akan lebih nyaman buat menghubungi manajer atau HR Jika menemui kesulitan yg berimbas di kesehatan mental pada lingkup lingkungan kerja.

‍2. Kompensasi yang Berkaitan dengan Kesehatan Mental

Dukungan terhadap kesehatan mental karyawan juga bisa ditunjukkan dengan memastikan tunjangan dan kompensasi yang diberikan perusahaan untuk mendukung kesejahteraan mental karyawan. Perusahaan bisa mempertimbangkan untuk menyampaikan fasilitas seperti :

  • Donasi Perencanaan Keuangan
    Tekanan keuangan bisa mengakibatkan stres bagi karyawan, cara ini dapat membantu karyawan untuk mengatur keuangannya untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Program bonus Karyawan
    Memberikan promo khusus karyawan untuk layanan yang mendukung kegiatan refreshing pada luar pekerjaan, seperti keanggotaan gratis tempat gym, bonus refleksi atau akupuntur.

3. Menawarkan Waktu Kerja Fleksibel

Untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan atau yang disebut work-life balance, HR bisa berkontribusi untuk menciptakan kebijakan jam kerja fleksibel, remote working, dan paid time off (PTO). Keseimbangan antara pekerjaan serta kehidupan pribadi memang terkadang sulit untuk diterapkan, terutama bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab kerja yang tinggi. Namun kontribusi HR dalam menetapkan jadwal yang fleksibel bisa meringankan beban kerja yang dirasakan karyawan. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir gangguan kesehatan mental.

4. Mengelola Stres di tempat kerja

Stres di tempat kerja berpengaruh pada produktivitas karyawan yang secara tidak langsung berakibat pada terganggunya usaha perusahaan. Meskipun tidak mungkin menghilangkan stres dalam pekerjaan, Anda dapat membantu karyawan untuk mengelola tekanan kerja secara efektif. Langkah-langkah yang bisa diambil antara lain :

  • Memastikan beban kerja sesuai dengan kompetensi karyawan
  • Meminta manajer untuk bertemu secara rutin dengan karyawan untuk menfasilitasi komunikasi 2 arah yang lancar
  • Tidak memberikan toleransi pada diskriminasi, bullying, tindakan negatif dan ilegal.
  • Memberikan apresiasi terhadap keberhasilan karyawan‍

5. Mengadakan aktivitas yang Mendukung Kesehatan Mental

Kolaborasi antara perusahaan serta HR sangat krusial untuk mengurangi stigma dan mengedukasi tenaga kerja mengenai pentingnya kesehatan mental, yaitu dengan mengadakan atau memberikan pelatihan dukungan kesehatan mental. Pelatihan ini dapat dilakukan secara internal dengan menghadirkan konsultan psikolog profesional untuk menjelaskan kontribusi yang mampu dilakukan HR apabila karyawan mengalami stres di lingkungan kerja.

‍Demikian beberapa manfaat dan upaya yang bisa dilakukan HR untuk menjaga kesehatan mental karyawan di lingkungan kerja.

Menjaga Kesehatan Mental Menurut Yankes

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai menjaga kesehatan mental menurut yankes (Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan).

Memiliki beban kerja yang terlalu banyak tentu saja dapat mempengaruhi seseorang. Bukan hanya fisik, tetapi mental juga bisa terpengaruh karena perasaan stres yang muncul sebagai dampak dari beban kerja yang disebut terlalu berat. Stres yang terjadi akibat pekerjaan memang terbilang biasa terjadi.

Namun, apabila terus dibiarkan bisa menimbulkan masalah pada kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Perasaan stres berlebih tidak hanya membentuk emosi negatif, tetapi juga membuat tingkat produktivitas seseorang menjadi lebih rendah dan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan.

Menjaga Kesehatan Mental Menurut Yankes

Menjaga mental untuk tetap prima diharapkan semua orang karena efeknya tidak terlihat berbeda dengan dampak secara fisik. Setiap orang wajib tahu beberapa cara yang efektif untuk menjaga kesehatan mental saat mengalami stres berlebihan di lingkungan kerja.

Sebagai tempat dimana terdapat banyak individu menghabiskan sebagian besar waktunya, perusahaan maupun organisasi perlu memperhatikan kondisi lingkungan kerja yang mendukung kesehatan mental pegawai atau karyawannya.

Menjaga Kesehatan Mental menurut Yankes

Berikut terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pegawai supaya dapat menjaga kesehatan mental pada lingkungan kerja, antara lain sebagai berikut :

1. Menjaga keseimbangan Antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi (Work-Life Balance)

Pegawai yang ingin menjaga kesehatan mental agar tetap prima saat bekerja haruslah memastikan keseimbangan antara pekerjaan di kantor dengan kehidupan pribadi. Pastikan buat tidak membawa pulang pekerjaan ke tempat tinggal . Tanpa adanya keseimbangan, produktivitas seorang cenderung menurun serta kerap merasa kelelahan dalam bekerja. Menghabiskan waktu dengan keluarga, berolahraga, melakukan hobi, serta mengerjakan hal yang disukai bisa membantu mengurangi stres yang timbul akibat lingkungan kerja.

2. Mengelola Stres

Stres yang berlebihan tentunya dapat dikurangi bila stres bisa dikelola dengan baik. Berolahraga rutin, makan kuliner yg sehat dan disukasi, serta bersantai artinya salah satu aktivitas yang bisa dilakukan supaya stres tidak menimbulkan persoalan lain yang lebih serius.

3. Penekanan Terhadap Hal yang Positif

Penyakit mental termasuk problem yg dapat mengakibatkan problem berfokus. namun, akibat jelek yg timbul dapat dicegah serta diredam. Cobalah buat penekanan terhadap hal positif serta pastikan orang-orang yang ada disekitar benar-benar mendukung segala hal yg kamu lakukan, serta memberi saran diperlukan.

4. Diskusikan Kesehatan Mental pada kantor

Cobalah buat tidak takut berkata dilema yg bekerjasama dengan stres, depresi, kecemasan, serta penyakit mental lainnya di lingkungan pekerjaan. Setiap orang harus memahami bahwa mungkin saja mengalami perasaan stres yg hiperbola sehingga berakibat buruk bagi kesehatan mental.

Demikian pembahasan artikel mengenai menjaga kesehatan mental menurut Yankes. Semoga teman-teman pembaca dapat terinspirasi untuk terus menjaga kesehatan mental teman-teman.

Mental Health First Aid

Setelah membahas pentingnya mental health awareness, pada artikel kali ini akan membahas mengenai mental health first aid. Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendukung seluruh karyawannya, termasuk mereka yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan perlu memastikan bahwa karyawan tersebut merasa mendapatkan dukungan, bantuan, dan tak mendapatkan diskriminasi dari perusahaan, atasan, dan para koleganya. Menurut data dan studi yang ada, karyawan yang mendapatkan dukungan tersebut cenderung mempunyai pemulihan yang lebih cepat dan baik, serta dapat kembali bekerja dengan produktif kembali.

Dukungan Perusahaan Terhadap Gangguan Mental

Beberapa bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh perusahaan terhadap karyawannya yang mengalami gangguan mental diantaranya ialah memberikan cuti untuk memulihkan kesehatan mentalnya, membantu mencarikan bantuan profesional atau fasilitas perawatan yang diperlukan, menunjukkan working arrangement yang fleksibel, menunjukkan untuk memediasi jika karyawan mempunyai konflik di lingkungan kerja, serta membantu memfasilitasi komunikasi karyawan dengan atasan atau koleganya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah mengadakan edukasi dan sosialisasi terkait mental health awareness kepada para karyawan, sehingga karyawan dapat mengenali pertanda dan tanda-tanda bila dirinya mengalami gangguan mental, serta karyawan tidak perlu merasa khawatir akan potensi diskriminasi dari lingkungan kerjanya bila dirinya menyatakan mengalami gangguan mental.

Pada akhirnya, karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut akan merasa bahwa perusahaan tempatnya bekerja memiliki genuine care pada kesehatan karyawan secara keseluruhan. Para karyawan pun akan lebih produktif serta all-out dalam melaksanakan pekerjaannya.

Mental Health First Aid

Kuswardani Susari Putri, M.Si.,Psikolog menguraikan tentang memberikan Pertolongan Pertama Kesehatan Mental bagi setiap individu yang membutuhkan. Mental Health First Aid merupakan salah satu penanganan paling dini untuk membantu orang-orang disekitar kita yang mengalami masalah terkait gangguan kesehatan mental.

Mental Health First Aid juga sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan mental dan meningkatkan sikap mendukung terhadap individu dengan masalah kesehatan mental. Terdapat beberapa gangguan kesehatan jiwa seperti : depresi, psikotik, penyalahgunaan obat, gangguan makan, dan demensia. Dan kondisi kritis kesehatan jiwa seperti : risiko bunuh diri, mencederai diri, serangan panik, atau pengalaman yang menyebabkan stress berat.

Mental Health First Aid memberikan setiap individu keterampilan serta rencana tindakan, sehingga tahu apa yang harus dilakukan pada setiap situasi. Rencana tindakan Mental Health First Aid tersebut dikenal dengan ALGEE, adalah rencana tindakan langkah demi langkah yang dipergunakan saat menyampaikan dukungan kepada seorang yang mungkin mengalami situasi yang menyusahkan.

ALGEE

A – Approach
Nilai risiko bunuh diri atau bahaya. Mencoba untuk menemukan waktu atau tempat yang cocok untuk memulai dialog dengan orang tersebut, dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan mereka. Apabila orang tersebut tidak ingin menceritakan masalahnya, dorong mereka untuk berbicara dengan seseorang yang mereka percayai.

L – Listen non judgmentally
Banyak orang yang mengalami tantangan atau kesusahan apabila ingin didengar terlebih dahulu, jadi biarkan orang itu berbagi tanpa menghambat mereka. Cobalah untuk mempunyai empati terhadap situasi mereka.

G – Give reassurance and information
Setelah seseorang berbagi pengalaman serta emosinya, bersiaplah untuk memberikan harapan dan fakta yang bermanfaat.

E – Encourage appropriate professional help
Semakin dini seseorang menerima bantuan, semakin baik peluang mereka untuk sembuh. Jadi, penting untuk memberikan bantuan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai pilihan yang tersedia bagi mereka.

E – Encourage self-help and other support strategies
Ini termasuk membantu untuk mengidentifikasi hubungan jaringan dukungan mereka, acara dalam komunitas, dan membuat rencana perawatan emosional diri dan fisik yang dipersonalisasikan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana pentingnya mental health awareness di lingkungan kerja. Mental health atau kesehatan mental adalah segala kondisi yang mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, serta sosial. Hal tersebut yang mensugesti cara seorang berpikir, merasa serta bertindak.

Kesehatan mental juga menentukan cara seseorang dalam menangani stres, menghadapi orang lain, serta menentukan pilihan. Kesehatan mental adalah salah satu hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Individu yang dinilai sehat secara mental tidak semata-mata orang yang bebas dari gangguan jiwa.

Pentingnya Mental Health Awareness

Individu yang Sehat

Menurut World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa individu yang sehat secara mental artinya individu yang bisa menyadari setiap potensi yang ia miliki, mampu mengelola stres yang masuk akal, bisa bekerja secara produktif, serta mampu berperan dalam komunitasnya. Oleh sebab itu, kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pada kehidupan sehari-hari, banyak diantara kita yang menghabiskan waktu untuk bekerja. Bagi kita yang bekerja menjadi pegawai perkantoran, kita menghabiskan setidaknya sebesar 8 jam dalam satu hari untuk bekerja, dan dilakukan selama 5 hari dalam satu minggu. Bekerja sudah menjadi salah satu dari prioritas utama dalam kehidupan kita, karena memang dri pekerjaan itulah kita mendapatkan penghasilan serta penghidupan.

Pentingnya Mental Health Awareness

Dalam dunia pekerjaan, tentu kita akan menghadapi situasi up and down. Saat berada di pada kondisi up, kita akan merasa bahwa pekerjaan yang kita lakukan bisa memberikan kesejahteraan, kepuasan, kebahagiaan, bahkan dapat membuat kita merasa mencapai aktualisasi diri.

Meskipun demikian, tidak jarang kita akan berada dalam kondisi down, misalnya saat kita menghadapi deadline¸ menghadapi tekanan dari atasan atau klien, atau mempunyai rekan kerja yang ‘tidak bersahabat’. Perasaan overwhelmed yang berkelanjutan bisa menghasilkan pekerjaan kita menjadi hal yang korosif bagi kesehatan kita, baik kesehatan fisik maupun mental.

Gangguan mental pada lingkungan kerja sayangnya masih acapkali disebut sebagai sesuatu yang kurang penting, serta bukan bagian dari gangguan kesehatan. Karyawan yang mengalami gangguan mental seringkali kali disebut sebagai orang yang ‘suka mencari perhatian’ atau orang yang ‘lebay’. Stigma itulah yang mengakibatkan orang enggan untuk menceritakan bahwa dirinya mengalami gangguan mental.

Akibat dari Gangguan Mental

Terdapat beberapa akibat dari gangguan kesehatan mental yang tidak kalah besar apabila dibandingkan dengan dampak akibat gangguan kesehatan fisik, dimana, gangguan mental pada karyawan dapat mensugesti performa kerjanya, kapabilitas, produktivitas, dan rekanan dari karyawan tersebut dengan para koleganya.

Selain itu, berdasarkan studi yang ada, karyawan yang mengalami gangguan mental cenderung lebih mungkin menderita gangguan kesehatan fisik, seperti diantaranya nyeri otot, tulang, dan sendi, gangguan pencernaan, gangguan jantung, gangguan pernafasan, gangguan sistem imun, serta beberapa penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Kurangnya cakupan perawatan bagi penderita gangguan mental disinyalir diakibatkan oleh adanya stigma negatif akan gangguan mental dan penderitanya, yang secara tidak langsung turut mengakibatkan rendahnya minat tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menyediakan perawatan bagi penderita gangguan mental.

Pentingnya Mental Health Awareness di Lingkungan Kerja

Manajemen perusahaan yang baik yang awareness terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan kerja pada hakikatnya akan mempertinggi kesejahteraan dan produktivitas karyawan pada perusahaan tadi. Sesuai studi yang ada, karyawan dengan kesehatan mental yang baik mempunyai taraf produktivitas sebesar 12 – 15% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan karyawan yang mengalami gangguan mental.

Perusahaan yang memiliki prinsip pentingnya mental health awareness yang baik akan membentuk para karyawannya merasa lebih aman dan nyaman ketika bekerja. Mereka cenderung untuk lebih berani berpendapat, berpikir serta berasional lebih baik, memiliki penekanan kerja yang lebih baik, dan lebih berani untuk mengambil keputusan.

 

Bagaimana Tanda & Dampak Bullying

Setelah mengetahui apa pengertian bullying, penyebab bullying serta jenis-jenisnya, pada artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana tanda & dampak dari perilaku bullying.

Tanda-tanda Anak Terkena Bullying

Sebagai orang tua atau guru wajib peka terhadap tanda-tanda bullying yang terjadi pada anak. Apabila terlambat menyadari, tidak menutup kemungkinan anak akan mengalami depresi berat. Berikut ini terdapat beberapa tanda seorang anak terkena bullying :

  • Sering tidur larut malam, bahkan tidak tidur sama sekali
  • Nilai mata pelajaran perlahan menurun
  • Tak berminat makan, pendiam, dan mudah tersinggung
  • Menarik diri berasal pergaulan serta muncul ketakutan terhadap lawan jenis
  • Tidak pernah membicarakan soal pertemanannya di sekolah atau murka saat ditanya hal tersebut
  • Sangat protektif terhadap alat-alat elektronik yang dimilikinya, seperti HP atau komputer
  • Krisis percaya diri dan gaya berpakaian berubah
  • Acapkali meminta uang untuk alasan yang mungkin kurang jelas atau mencurigakan
  • Ada luka memar di wajah, tangan, punggung, dan bagian tubuh lainnya secara tiba-tiba.

Bagaimana Tanda & Dampak Bullying

Dampak dari Perilaku Bullying

Terdapat beberapa imbas atau dampak dari perilaku bullying yang mampu berbahaya untuk kesehatan mental seseorang, yaitu :

  1. Masalah Psikologis
    Korban bully tak jarang menunjukkan adanya gejala masalah psikologis, bahkan setelah perundungan berlangsung. Kondisi yang acapkali muncul ialah depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, korban bully juga mampu mengalami tandagejala psikosomatis, yg membuat problem psikologis memicu gangguan di kesehatan fisik.
  2. Gangguan tidur
    Dampak bullying yang bisa terlihat jelas ialah gangguan tidur. Para korban bullying acapkali kesulitan buat tidur yg nyenyak. Sekalipun bisa tidur, enggak jarang saat tersebut justru dihiasi menggunakan mimpi buruk .
  3. Tidak bisa menyatu dengan orang-orang di sekitar
    Anak dan orang dewasa yang mengalami bullying secara tidak langsung ditempatkan pada status sosial yang lebih rendah dari rekan-rekannya. Hal ini membuat korban bully jadi tak jarang merasa kesepian, terabaikan, serta berujung pada turunnya rasa percaya diri.
  4. Gangguan prestasi
    Anak-anak korban bullying cenderung akan mengalami kesulitan pada mencapai prestasi belajar. Mereka akan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas, acapkali tidak masuk sekolah, dan tidak diikutsertakan pada kegiatan yang terdapat di sekolah.
  5. Dampak jangka panjang
    Dampak bullying sering masih dirasakan korban, meski belasan bahkan puluhan tahun setelah insiden tersebut berlangsung. Akibat bullying dalam jangka panjang ini jarang terlihat, akan tetapi justru inilah yang paling membuat korban merasa lebih tersiksa.

Apabila menjadi salah satu korban bullying, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, diantaranya yaitu :

  • Temui seseorang yang kamu percaya dan beri tahu pada mereka apa yang terjadi padamu.
  • Jikalau bullying terjadi di sekolah, beri tahu seorang pengajar atau penasihat sekolah dan tanyakan apa yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti hal itu. Bisa jadi sekolah memiliki kebijakan tentang bullying dan terdapat langkah-langkah untuk menanganinya.
  • Jangan takut untuk melaporkan tindakan bullying pada pihak berwewenang. Jikalau kamu berani, tandanya kamu menyelamatkan dirimu sendiri dan korban bullying lainnya.
  • Kalau bisa, saat mulai terdapat  tanda-tanda bullying kepadamu tunjukkan sifat berani serta percaya diri supaya pembully berpikir ulang untuk melakukan tidakan itu padamu berulang kali.

Demikian pembahasan mengenai bagaimana tanda & dampak dari perilaku bullying. Semoga kita semakin waspada dengan tanda-tanda bullying yang bisa saja ada di sekitar lingkungan.
Semoga Bermanfaat.

Memahami Bullying dan Penyebabnya

Sikap bullying mengakibatkan seorang anak Sekolah Dasar di Tasikmalaya meninggal dunia. Mirisnya, tindakan tidak terpuji ini seringkali terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari bangku Sekolah Dasar sampai universitas. Namun, korban bullying biasanya takut untuk menceritakan atau meminta pertolongan karena trauma serta ancaman dari pelaku. Meski sudah banyak memakan korban, masih ada saja laporan bullying. Oleh sebab itu, krusial bagi masyarakat untuk memahami apa itu bullying dan apa saja penyebabnya agar mampu melakukan tindakan yang dibutuhkan saat hal itu terjadi. Hal ini karena bullying mempunyai akibat yang serius untuk kesehatan mental korban.

Apa Itu Bullying?

Kementerian Pemberdayaan wanita dan proteksi Anak (Kemenppa) RI menyebutkan bullying atau penindasan/perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

Memahami Bullying dan Penyebabnya

Perbuatan yang dimaksud bisa berupa hal-hal yang menyakiti secara fisik, misalnya memukul, mendorong, dan lain-lain. Bisa juga menyakiti secara ekspresi, contohnya mengejek penampilan, menghina kemampuan, dan masih banyak lagi. Tidakan menjauhi dan mengucilkan seorang juga termasuk tindakan bullying.

Bullying tidak hanya terjadi pada orang-orang yang saling kenal atau seringkali bertemu secara pribadi. Di zaman yang telah maju ini, bullying bisa dilakukan lewat telepon, mengirim pesan melalui SMS atau email, dan meninggalkan komentar jelek pada media sosial. Istilah bullying melalui gadget (gawai) biasa dikenal dengan istilah cyberbullying.

Faktor Penyebab Bullying

Terdapat beberapa faktor penyebab seseorang melakukan bullying, diantaranya yaitu :

  1. Faktor Keluarga
    Kehidupan keluarga yang tidak harmonis juga bisa menjadi penyebab muncul pelaku bullying. Orang tua yang tak jarang bertengkar serta melakukan tindakan agresif biasanya mendorong anak melakukan bullying. Orang tua seperti ini juga tidak mampu memberikan pengasuhan yang baik.
  2. Anak dengan Kontrol Diri Rendah
    Pelaku bullying bisa hadir karena kontrol diri yang rendah. Mereka mungkin sebelumnya menjadi korban kekerasan, kemudian menganggap dirinya selalu terancam serta biasanya bertindak menyerang sebelum diserang. Pelaku bullying jelas tidak mempunyai perasaan dan tanggung jawab terhadap tindakan yang sudah dilakukan. Pembully selalu ingin mengontrol, mendominasi, dan tidak menghargai orang lain. Mereka melakukan bullying menjadi bentuk balas dendam.
  3. Rasa Iri
    Rasa iri ini bisa timbul akibat korban mempunyai hal yang sebenarnya sama istimewanya dengan pelaku. Selain itu, seorang juga mungkin melakukan bully untuk menutupi jati dirinya sendiri.
  4. Kurangnya Rasa Empati

    Saat melihat korban, pelaku bullying tidak merasa ikut merasakan apa yang dirasakan korban, sebagian mungkin justru merasa suka saat melihat orang lain takut. Semakin menerima reaksi yang diinginkan, semakin pelaku bullying suka melakukan aksinya.

  5. Mencari Perhatian
    Kadang pelaku bullying tidak sadar jika apa yang dilakukannya termasuk ke dalam penindasan, karena sebenarnya apa yang dilakukannya merupakan mencari perhatian. Jenis yang satu ini paling mudah untuk diatasi. Caranya dengan memberikan perhatian yang positif sebelum pelaku mencari perhatian dengan cara yang negatif.
  6. Kesulitan Mengendalikan Emosi
    Anak yang kesulitan untuk mengatur emosi bisa berpotensi menjadi pelaku bullying. Ketika seseorang merasa marah dan putus harapan, perbuatan menyakiti dan mengintimidasi orang lain bisa saja dilakukan. Jika sulit untuk mengendalikan emosi, maka masalah kecil saja bisa membuat seseorang terprovokasi dan meluapkan emosinya secara berlebihan.
  7. Ada Supporter
    Teman sebaya yang menjadi supporter atau penonton membuat pelaku bullying makin menjadi-jadi. Secara tidak langsung, kehadiran suporter membantu pembully memperoleh dukungan kuasa, popularitas, dan status.
  8. Kebijakan Sekolah
    Kebijakan sekolah mempengaruhi aktivitas, tingkah laku, dan interaksi pelajar di sekolah. Rasa aman serta dihargai adalah dasar pencapaian akademik yang tinggi di sekolah. Bila tidak terpenuhi, pelajar bakal bertindak semena-mena.
    Mereka akan berusaha mengontrol lingkungan dengan melakukan bullying. Jadi, manajemen dan pengawasan disiplin sekolah yang lemah menyebabkan munculnya bullying di sekolah.
  9. Media Massa
    Tidak sepenuhnya media massa menyajikan konten yang mendidik dan sesuai untuk umur anak. Banyak tontonan kekerasan yang ada pada media massa membuat anak terdorong untuk mencontoh dan melakukan hal serupa di sekolah. Peran orang tua juga diperlukan untuk mengontrol konsumsi serta tontonan anak supaya tak ada bibit-bibit pembully.

Demikian pembahasan mengenai memahami bullying dan penyebabnya. Semoga setelah mengetahui informasi ini, dapat menambah wawasan pembaca.

Kesehatan Mental Pada Anak

Kesehatan mental pada anak merupakan salah satu hal terpenting yang harus diperhatian bagi orangtua maupun lingkungan sekitar, karena kesehatan mental tersebut akan berpengaruh pada perkembangan anak yang semakin dewasa. Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai kesehatan mental pada anak dan bagaimana kontribusi bidang psikologi untuk kesehatan mental pada anak.

Kesehatan Mental Pada Anak

Mengapa Kesehatan Mental Pada Anak Penting?

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan anak secara keseluruhan, memiliki hubungan interaktif yang kompleks dengan kesehatan fisik mereka dan kemampuan mereka untuk berhasil di sekolah, di tempat kerja, dan di masyarakat. Baik kesehatan fisik maupun mental memengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak di dalam dan di luar.

Misalnya, seorang anak laki-laki yang kelebihan berat badan yang diejek tentang berat badannya dapat menarik diri secara sosial dan menjadi depresi dan mungkin enggan bermain dengan orang lain atau berolahraga, yang selanjutnya berkontribusi pada kesehatan fisiknya yang lebih buruk dan sebagai akibatnya kesehatan mentalnya lebih buruk. Isu-isu ini memiliki implikasi jangka panjang pada kemampuan anak-anak dan remaja untuk memenuhi potensi mereka serta konsekuensi bagi kesehatan, pendidikan, tenaga kerja dan sistem peradilan pidana masyarakat kita.

Semua anak dan remaja memiliki hak untuk hidup bahagia, sehat dan berhak mendapatkan akses ke perawatan yang efektif untuk mencegah atau mengobati masalah kesehatan mental yang mungkin mereka kembangkan. Namun, ada sejumlah besar kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan kesenjangan kesehatan terutama terlihat pada anak-anak dan remaja yang tinggal di komunitas berpenghasilan rendah, pemuda etnis minoritas atau mereka yang berkebutuhan khusus.

Berapa Banyak Anak yang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental?

Diperkirakan 15 juta anak muda saat ini dapat didiagnosis dengan gangguan kesehatan mental. Banyak lagi yang berisiko mengalami gangguan karena faktor risiko dalam biologi atau genetika mereka; dalam keluarga, sekolah, dan komunitas mereka; dan di antara rekan-rekan mereka. Ada kebutuhan besar bagi profesional kesehatan mental untuk memberikan perawatan terbaik yang tersedia berdasarkan bukti ilmiah, keahlian klinis yang baik, dan yang mempertimbangkan karakteristik unik anak atau remaja. Namun, diperkirakan hanya sekitar 7 persen dari remaja yang membutuhkan layanan ini menerima bantuan yang sesuai dari profesional kesehatan mental (Dept of Health and Human Services, 2001 — Report of the Surgeon General’s Conference on Children’s Mental Health: A National Action Agenda).

Apa yang Ditawarkan Psikologi?

Penelitian di bidang psikologi telah berkontribusi pada pengembangan pengobatan dan pencegahan gangguan kesehatan mental yang lebih efektif pada anak-anak, remaja, dan keluarga, termasuk program yang menargetkan ibu hamil, anak-anak di lingkungan sekolah, dan transisi remaja ke masa dewasa dan program yang bekerja pada tingkat berikut:

  1. Individu
    Misalnya, terapi atau konseling bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental.
  2. Rekan
    Misalnya, program pembelajaran dengan bantuan teman sebaya yang ditujukan untuk meningkatkan membaca, matematika, dan sains
  3. Keluarga
    Misalnya, pendidikan orang tua tentang kebutuhan anak-anak pada setiap tahap perkembangan
  4. Sekolah
    Misalnya, strategi untuk guru untuk manajemen kelas yang efektif
  5. Masyarakat
    Misalnya, program pencegahan kekerasan yang dikelola melalui komunitas/pusat rekreasi atau gereja.
  6. Sistemik
    Misalnya, koordinasi layanan di bidang kesehatan, peradilan anak, pendidikan, dan sistem perlindungan anak.

Psikolog yang bekerja dengan anak-anak dan remaja juga dilatih untuk mempertimbangkan pertimbangan perkembangan pada:

Identitas, Emosional, Sosial, Kognitif dan Basis Biologis.

Budaya, etnis dan bahasa juga memediasi perilaku anak-anak dan remaja dalam berbagai cara dan akibatnya mempengaruhi metode pencegahan dan pengobatan gangguan kesehatan mental.

Psikolog telah mengembangkan alat untuk menilai risiko dan faktor pelindung untuk kesehatan mental anak-anak dan remaja, untuk menguji mereka untuk masalah perilaku atau emosional, dan untuk terus memantau kemajuan pengobatan.

Psikolog juga telah merancang program yang secara efektif melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat, yaitu, dukungan sosial kritis yang dapat menjamin kesejahteraan yang langgeng bagi anak-anak dan pemuda. Misalnya, satu program yang berpusat pada keluarga yang sukses yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan alkohol pada praremaja melibatkan orang tua dan pengasuh dengan melatih mereka tentang keterampilan mengasuh anak seperti menetapkan batasan, mengungkapkan harapan yang jelas tentang penyalahgunaan zat, komunikasi dan disiplin sementara juga secara bersamaan melatih remaja tentang keterampilan resistensi dan bagaimana mengembangkan sikap negatif terhadap alkohol.

Bagaimana Seseorang Menemukan Psikolog untuk Anak-anak dan Remaja?

Psikolog yang bekerja dengan anak-anak dan remaja dapat ditemukan di banyak tempat :

  1. Sekolah
  2. Pusat kesehatan masyarakat
  3. Rumah sakit yang bekerja sama dengan dokter anak dan psikiater
  4. Pusat penelitian
  5. Praktik swasta