Manfaat Memiliki Rekening Tabungan

Setelah membahas mengenai apa saja hal yang didapatkan dari menabung, kali ini akan membahas apa saja manfaat dari memiliki beberapa rekening tabungan. Mengapa harus memiliki rekening tabungan? dan mengapa harus memiliki beberapa rekening tabungan? Akan dibahas pada artikel dibawah ini.

Pada saat pertama kali ingin membuka tabungan, kamu pasti memiliki pertanyaan “kira-kira berapa yah jumlah tabungan yang harus dikumpulkan?”. Jika berbicara angka, setiap orang pasti memiliki kemampuan finansial yang berbeda-beda. Menabung harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, agar aktivitas menabung tidak menjadi beban. Jika aktivitas menabung ini menjadi beban, yang ada nantinya akan lupa, malas, hingga kehilangan motivasi untuk menabung.

Manfaat Memiliki Rekening Tabungan

Mengetahui Sumber Pemasukan, Pengeluaran, dan Aset

Salah satu langkah awal yang dapat kamu jalankan untuk mulai menabung adalah harus mengetahui dengan jelas apa saja sumber pemasukan, pengeluaran, dan aset yang sedang dimiliki. Mulai dari gaji bulanan, honor dari hasil kerja sampingan, hasil investasi, hingga menang undian harus mulai dimasukkan ke dalam jumlah pemasukan. Jadi, dapat mengetahui jumlah seluruh pendapatan yang nantinya akan dipisah sesuai dengan pos pengeluaran.

Manfaat Memiliki Beberapa Rekening Tabungan

Setelah mulai menentukan berapa jumlah uang yang wajib disisihkan untuk dimasukkan ke rekening tabungan, maka langkah selanjutnya adalah memiliki rekening tabungan. Usahakan untuk memiliki beberapa rekening tabungan yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Contohnya ada rekening khusus untuk transfer gaji, rekening untuk pengeluaran belanja bulanan, rekening untuk uang cash atau sebagai pegangan sehari-hari, rekening tabungan, rekening investasi, dan yang lain sebagainya, dimana rekening tersebut sinkron dengan pola pengeluaran yang dibuat. Memiliki rekening yang terpisah sesuai dengan pengeluaran akan membuat kita semakin mudah untuk memantau alur keluar masuk uang yang dimiliki.

Memiliki Target Setoran Tabungan

Langkah selanjutnya adalah wajib memiliki target jumlah setoran tabungan per bulan. Biasanya, 10% berasal dari total pemasukan wajib masuk dalam rekening tabungan. Nilai ini bisa diubah hingga mencapai 30%-40% untuk pembaca yang masih sendiri (belum menikah atau tidak memiliki tanggungan). Apabila merasa 10% terlalu besar untuk awal menabung, bisa mulai dari nominal yang kecil terlebih dahulu. Namun dengan catatan, nominal setoran harus terus bertambah setiap bulannya. Jangan malah menjadi lebih kecil.

Konsisten dan Disiplin

Usahakan pertumbuhannya konsisten hingga nilainya mencapai target 10%. Jika telah berhasil mencapai  target 10%, dengan sendirinya nanti pasti akan menaikkan target setoran bulanan tersebut. Kunci menabung hanya konsisten dan disiplin. Jika sudah terbiasa, pasti akan semangat scale up tabungan dengan sendirinya.

Nah, ternyata banyak manfaat dari memiliki beberapa rekening tabungan. Tidak sekedar mengenai bunga tabungan, tabungan juga bisa menentukan nasib seseorang kedepannya. Perencanaan keuangan yang baik selalu dimulai dari kebiasaan menabung. Nanti apabila sudah terbiasa menabung, maka akan lebih mudah untuk belajar investasi. Karena tabungan dan investasi merupakan 2 modal utama untuk kamu bisa hidup damai dan tenang di masa depan.

Yang Didapatkan dari Menabung

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja hal-hal yang didapatkan dari menabung. Apakah anda sudah memiliki tabungan? Kalau sudah, selamat! Andaselangkah lebih maju dari rata-rata orang di Indonesia. Untuk yang belum memiliki tabungan, mari mulai dari sekarang mempertimbangkan untuk mulai menabung.

Mungkin sebagian bertanya-tanya, “tabungan itu bukannya rekening yah?” atau “tabungan itu untuk apa ya?” Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, terlebih dahulu harus paham jika tabungan dan simpanan itu ternyata berbeda.

Yang Didapatkan dari Menabung

Banyak yang beranggapan bahwa tabungan itu adalah uang yang disimpan di rekening bank. Padahal, ada perbedaan yang sangat signifikan antara tabungan dengan simpanan. Hal yang paling mendasar adalah cara pengelolaan uang yang ada dalam rekening tabungan dan rekening simpanan. Rekening simpanan bisa diibaratkan rekening dimana melakukan aktivitas perbankan harian, misalnya untuk tujuan transfer gaji, penarikan ATM untuk belanja bulanan. Sementara itu, rekening tabungan memang ditujukan sebagai tempat khusus untuk menyisihkan pendapatan demi tujuan jangka panjang. Contohnya dana darurat, persiapan liburan, membeli barang yang diinginkan, dan berbagai rencana di tahun berikutnya.

Lalu, apa aja yang bisa didapatkan dari Menabung?

Dengan menabung, kondisi arus keuangan menjadi semakin sehat. Manfaat paling utama dari menabung ialah bakal memiliki perencanaan keuangan. Karena, jika sudah memasukkan dana tabungan pada pos anggaran bulanan, kamu akan mampu menentukan skala prioritas pos mana saja yang wajib dipenuhi dan mampu dihemat. Hal ini akan membuat lebih aware perihal pengeluaran dan pemasukan. Jika contohnya ingin hangout di cafe langganan, tentu akan memiliki pertimbangan apakah uang ini lebih baik ditabung atau digunakan untuk nongkrong. Secara tak sadar, kamu sudah menerapkan manajemen keuangan pada setiap keputusan pembelian. Jika sudah memiliki mindset manajemen keuangan, dijamin arus pemasukan serta pengeluaran menjadi makin sehat dan efisien.

Lebih Baik Menabung atau Investasi ?

Tabungan dan investasi sama-sama membantu untuk mencapai kebebasan finansial. Yang wajib dipahami yaitu tabungan bersifat liquid, sementara investasi itu tidak. Jadi alangkah baiknya memiliki pos tabungan dan investasi yang sejalan. Tabungan diperlukan agar tetap memiliki uang tunai yang siap dipakai apabila keadaan terdesak. Sementara investasi juga dibutuhkan untuk menerima passive income, dan menjaga uang agar tidak tergoda laju inflasi. Perlu diingat, bila tabungan merupakan salah satu dari risk management pada investasi.

Lebih jauh tentang kondisi darurat, suatu saat pasti membutuhkan uang tunai untuk menghadapi keadaan yang terjadi diluar perkiraan kita. Contohnya jika tiba-tiba sakit atau terkena PHK. Dengan adanya tabungan, bisa menghadapi kondisi tersebut tanpa perlu berhutang. Dengan uang yang kamu pisahkan setiap bulannya, nanti suatu saat pasti akan bisa menolong kamu.

Mendapat uang tambahan dari laba bunga tabungan

Selain bisa membantu merencanakan keuangan, tabungan juga bisa membuat kamu menerima pendapatan extra. Meskipun memang bunga tabungan tak sebanyak deposito, menabung di rekening bank masih lebih baik dibandingkan jika hanya menabung di rumah atau brankas. Memang tujuan menabung untuk mengumpulkan uang, namun kalau uang tersebut bisa bertambah lebih banyak dibandingkan yang ditabung, tentu tidak ada salahnya. Upgrade diri agar makin dekat dengan kebebasan finansial.

Tips Menabung untuk Milenial

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai tips menabung untuk milenial. Menabung merupakan cara paling efektif untuk menyisihkan sebagian penghasilan dengan tujuan tertentu. Baik untuk sekolah lagi atau melakukan perjalanan impian. Dahulu orang terbiasa menabung dengan menyimpan emas atau berupa uang tunai di rumah, kini orang lebih memilih menabung di Bank. Selain faktor keamanan, menabung di bank memberi kemudahan bagi Anda dalam mengelola uang.

Sayangnya, tidak sedikit juga orang yang gagal menabung meski telah paham akan manfaatnya. Banyak alasan yang membuat rencana menabung buyar, salah satunya meningkatnya biaya hidup sementara pemasukan tetap sama, ada juga yang tidak bisa menabung walaupun pendapatan sudah semakin tinggi beberapa kali lipat.

Tips Menabung untuk Milenial

Tips Menabung untuk Milenial

Salah satu faktor yang umumnya menjadi momok gagalnya program menabung adalah kelalaian dalam mengelola pengeluaran. Terdapat beberapa langkah agar konsisten dalam menabung untuk milenial, diantaranya yaitu :

Tentukan Sasaran

Supaya semangat serta konsisten untuk menabung terus terjaga, sangat penting bagi untuk selalu membuat perencanaan yang matang. Menentukan pos jangka pendek, tujuan jangka menengah maupun jangka panjang dari penggunaan uang tabungan yang sedang disiapkan.

Dengan menentukan tujuan peruntukan tabungan yang sedang disimpan akan memberi motivasi untuk memenuhi target yang sudah dibuat. Dengan tahapan menabung yang terencana biasanya akan lebih mudah menyisihkan uang untuk menabung. Buat target yang realistis serta sesuai dengan minat dan hobi.

Kurangi Nongkrong

Bagi para pekerja muda terutama yang tinggal pada kota besar, salah satu godaan yang bisa membentuk keinginan menabung buyar adalah besarnya tuntutan lifestyle. Batasi diri untuk tidak boros. Nongkrong untuk minum kopi atau makan pada restoran boleh saja dilakukan tapi jangan setiap hari. Lakukan seperlunya. Mulailah untuk melakukan langkah kecil seperti membawa bekal.

Buka Tabungan Khusus

Untuk memudahkan dalam mengumpulkan uang dengan sasaran tertentu, bukalah tabungan khusus sesuai dengan kebutuhan. Contohnya tabungan untuk ke Eropa, tabungan untuk membeli mobil atau tabungan untuk naik haji. Pemisahan tujuan akan memudahkan Anda dalam menyisihkan uang dan menentukan skala prioritas.

Jika target atau tujuan menabung lebih dari satu, beri nama berbeda untuk setiap tabungan. Hal ini akan membentuk motivasi menjadi lebih baik. Membuat tabungan berbeda untuk tujuan berbeda secara psikologis mampu menstimulasi diri lebih ulet mengumpulkan uang untuk mencapai tujuan.

Transfer otomatis

Memiliki rekening tabungan yang terpisah dari rekening primer sangat krusial dilakukan supaya lebih mudah mengontrol anggaran. Rekening terpisah membatasi Anda dalam penggunaan anggaran sehingga dana yang ada tidak terambil buat pengeluaran rutin.

Nah, agar rekening tabungan permanen terisi, Anda bisa memanfaatkan layanan transfer otomatis. Dengan layanan ini, saldo tabungan akan terisi otomatis sesuai tanggal yang disampaikan kepada pihak bank. Jika tidak punya layanan transfer otomatis, Anda bisa menentukan sasaran sendiri dan menentukan tanggal saat harus menambah tabungan.

Meski telah menggunakan layanan transfer otomatis Anda bisa melakukan penambahan secara manual dengan konsisten menabung apabila terdapat tambahan pendapatan di luar penghasilan rutin. Menetapkan tanggal transfer otomatis menjadi cara efektif untuk memastikan tidak tergoda membelanjakan seluruh dana yang terdapat di rekening. Sebaiknya pilih tanggal transfer sehari setelah tanggal gajian.

Jaga Saldo

Salah satu hal yang membuat orang malas menabung di bank adalah adanya biaya administrasi yang wajib dibayarkan setiap bulan. Supaya tidak terbebani dengan biaya administrasi, pastikan bahwa dana yang ada pada rekening tabungan berada di ambang batas saldo minimum sesuai suku bunga yang ditetapkan oleh bank.

Jadi supaya tidak terbebani biaya administrasi sangat penting untuk memastikan pendapatan bunga yang diperoleh lebih besar dari biaya bulanan yang dibebankan sampai tabungan tak berkurang. Anda harus jeli memilih tabungan dengan imbalan hasil yang lebih besar dibanding tabungan lain.

Demikian beberapa tips menabung untuk milenial yang bisa dilakukan agar bisa konsisten menabung. Ingat, saat memutuskan untuk menabung di Bank, pilihlah Bank yang memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan yang sudah ditetapkan.

Tips Preventif Membeli Tanah

Setelah membahas beberapa keunggulan memiliki tanah, pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja tips preventif dalam proses membeli tanah. Disamping keunggulan pada berinvestasi/mempunyai tanah, patut diperhatikan pula resiko yang ada.

Terkait resiko dimaksud bisa dipelajari dari beraneka macam literatur, tetapi jangan mengendurkan kebutuhan penting memiliki tanah. Resiko pada dasarnya bisa diantisipasi dengan cara preventif sebelum membelinya.

Tips Preventif dalam Membeli Tanah

Tips Preventif Membeli Tanah

Kita juga harus mengetahui dengan jelas tanah yang akan kita beli. Terdapat beberapa tips preventif yang mampu diterapkan dalam membeli tanah, diantaranya yaitu :

  • Mempelajari Dokumen Kepemilikan

Dokumen kepemilikan tanah dapat banyak sekali macamnya dari yang terlemah legalitasnya hingga yg paling kuat. Contohnya Akta Pengakuan Hak Atas Tanah (SPHAT) dibandingkan Sertifikat Hak Milik (SHM), tentunya akan lebih kuat SHM.

Secara normalnya demikian, tetapi SHM juga harus ditinjau lebih detil lagi, apakah SHM itu berdiri pada atas hak lain ataukah tidak (umumnya ada tertera dibagian warta pada bagian bawah sertifikat).

  • Minta SKPT ke Kantor Pertanahan

Lebih safety lagi agar legalitas tersebut ditanyakan atau dimintakan referensi registrasi Tanah (SKPT) untuk mengetahui apakah tanah tersebut masih atas nama pemilik pertamanya atau sudah berpindah tangan atas nama pemilik lain, juga untuk mengetahui apakah tanah tersebut sedang diblokir/disita/dijaminkan dengan hak tanggungan.

Permintaan SKPT dimaksud mampu dimintakan oleh calon Pembeli pada Pemilik atau melalui perantara notaris.

  • Minta Perlihatkan Sertifikat Asli

Salah satu kelemahan dalam jual beli tanah adalah menghadirkan sertifikat asli. Terdapat beberapa alasan ketika sertifikat asli sulit ditunjukan oleh pemilik tanah yaitu :

  1. Pemilik tanah tidak yakin dengan calon pembeli, sehingga pemilik enggan menunjukkan dokumen orisinil, atau pemilik khawatir sertifikat akan digandakan/difoto untuk tujuan yang tidak jelas.
  2. Sertifikat orisinil sedang dijadikan agunan kredit oleh pemilik ke pihak kreditur (bank), sebagai akibatnya dia tak mampu menunjukkan aslinya. Hal yang wajib diwaspadai/dicegah ialah debitur/Pemilik tanah (atau ahli warisnya) menjual tanah yang sudah diagunkan tersebut pada pihak lain tanpa sepengetahuan dan seijin pihak bank (secara illegal).
  • Beli Tanah dan Bangunan melalui Lelang

Lelang merupakan penjualan barang yg terbuka buat awam menggunakan penawaran harga secara tertulis dan / atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi, yang didahului dengan Pengumuman Lelang.

Mengingat pasar properti memiliki keunikan tersendiri, maka sebelum membeli lelang sangat dianjurkan untuk melihat barang serta menanyakan detil properti yang akan dibeli kepada kreditur (bank pemohon lelang).

Dengan info yang jelas akan menambah keyakinan pembeli serta mampu mendapatkan prospek kedepan properti yang akan dibeli. Bagi pegawai ataupun karyawan, konsultasi dengan pihak Pemohon Lelang (bank) untuk membeli properti juga bisa menggunakan prosedur kredit yang ditawarkan.

Keunggulan dari Memiliki Tanah

Pada artikel ini akan membahas beberapa keunggulan dari memiliki tanah. Sudah menjadi misteri umum bahwa mempunyai tanah serta tempat tinggal ialah salah satu idaman bagi setiap orang yang mulai menapak usia berumah tangga atau yang sudah bisa berpikir serta bertindak dewasa. Bahkan memiliki properti tersebut ada yang sudah dimulai sejak menerima penghasilan pertama sesuai kemampuan masing-masing. Adapun motif untuk memilki tanah tentunya sangat beragam seperti untuk rumah, untuk bisnis seperti kos-kosan atau persewaan, untuk menyimpan uang agar nilainya tidak turun, untuk diwariskan pada anak keturunan, untuk kepentingan sosial serta sebagainya.

Keunggulan dari Memiliki Tanah

Berinvestasi jenis tanah, tentunya harus dipahami benar seluk-beluknya. Seperti diketahui bahwa tanah merupakan aset non-liquid yang memiliki banyak peraturan/ketentuan hukum yang melekat padanya. Memilki tanah dari segi proses menerima, lalu memanfaatkan, mengalihkan haknya untuk beraneka macam kepentingan telah diatur dengan hukum yang berlaku. Meskipun demikian, tanah, mengingat jumlahnya yang terbatas, sementara pertambahan penduduk yang membutuhkan tempat tinggal semakin semakin tinggi, mengakibatkan luasan tanah semakin langka dan memiliki nilai guna yang semakin tinggi. Oleh sebab itu, tanah dari waktu ke waktu meningkat harganya.

Keunggulan dari Memiliki Tanah

Sebelum membahas tips berinvestasi tanah, berikut terdapat beberapa keunggulan dari memiliki tanah, diantaranya yaitu :

a. Tanah ialah ciri-ciri dan status sosial

Memiliki tanah menjadi salah satu indentitas merupakan hal yang sudah sangat dimaklumi oleh siapapun. Ketika kita memiliki tanah baik dengan cari pembelian, atau pewarisan, maka kita telah mencatatkan ciri-ciri dan status sosial, dikenal di masyarakat sebagai pemilik tanah dimaksud. Sebagai pemilik tentu tidak sama dengan penyewa, karena secara legal pemilik akan menjadi subyek dalam banyak urusan dan kepentingan di masyarakat dimana tanahnya berada.

b. Tanah memiliki nilai yang semakin naik

Mengamati perkembangan harga tanah dari posisi generasi apapun hanya satu jawaban, “naik-naik terus”. Kebanyakan pegawai pemula pada saat itu menganggap harga cash terlalu mahal. Jalan yang ditempuh untuk memilki kebutuhan tempat tinggal ketika itu ialah menggunakan kredit KPR. Tentunya jika harga tanah plus rumah tetap tidak berubah sampai waktu ini, akan sangat mudah sekali terbeli sang pegawai baru. Tetapi kenyataannya pegawai baru di generasi waktu ini juga berat untuk membeli sebuah tempat tinggal baru karena harga ketika ini telah melambung lebih asal 5 kali lipat. Jadi hampir dipastikan bahwa harga tanah akan naik seiring berjalannya saat yang kadang tidak seimbang menggunakan kenaikan income pegawai.

Keuntungan dari perubahan waktu ini banyak dimanfaatkan oleh para pengembang besar yang memilki modal besar ataupun piawai memanfaatkan modal besar dari kreditor. Dengan mempunyai lahan super luas serta proyeksi pengembangan puluhan tahun kedepan dengan sendirinya semakin meningkat nilai tanah yang dimiliki (capital appreciation). Artinya, walaupun tanah itu ideal, syarat normal harganya akan semakin tinggi seiring berjalannya waktu.

c. Tanah memiliki nilai guna yang sangat beragam

Semakin sulitnya memperoleh tanah, kreativitas memanfaatkan tanah/lahan yang dimiliki semakin banyak. Di kota-kota besar banyak pemanfaatan hydroponic dari sempitnya ruang terbatas di rumah-rumah mereka. Demikian pula ruang kamar untuk kos-kosan yang tersusun ke atas menjadi pemandangan yang masuk akal di kota besar. Dengan demikian, memiliki tanah/lahan  menjadi sesuatu yang berharga, mampu membuat nilai tambah secara ekonomi (passive income). Dapat dibayangkan jika pegawai di daerah mempunyai tanah/lahan yang sedikit lebih luas sampai bisa dirancang kolam ikan atau kebun kecil di sekitar tempat tinggal untuk sekedar tanam cabai atau tomat tentunya tetap terdapat nilai tambah.

d. Tanah adalah investasi nyata

Ketika kita membeli/berinvestasi tanah, maka uang yang dikeluarkan telah berganti menjadi tanah yang mampu dipegang, diinjak, ditempati, dan lain sebagainya. Berarti, investasi tanah memiliki agunan yang nyata, tidak dibawa kabur atau hilang karena dilusi juga ilusi. Sepanjang legalitasnya benar, fisiknya dikuasai maka mempunyai tanah patut menjadi pertimbangan yang primer bagi seorang pegawai/karyawan.

Extrovert Intuition Thinking Perceiving

Extrovert Intuition Thinking Perceiving merupakan kepanjangan dari ENTP. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Penting untuk mengetahui setiap kepribadian masing-masing, karena hal tersebut sangatlah berkaitan dengan kehidupan, baik dalam bersosialisasi, dunia pendidikan, maupun dalam pekerjaan.

Dengan mengetahui kepribadian, diharapkan dapat menentukan minat dan bakat yang sesuai didunia pendidikan dan pekerjaan. Membangun karakter seseorang dimulai dari bagaimana mereka terdidik, karena karakteristik seseorang dari kebiasaan, norma, agama, kepercayaan, dan lingkungannya. Penempatan posisi pekerjaan yang tepat tersebutlah mampu menjaga kualitas dan kuantitas diri dalam bekerja, bahkan berpengaruh pula terhadap tempat dimana bekerjanya.

Kepribadian ETNP (Extrovert Intuition Thinking Perceiving)

Extrovert Intuition Thinking Perceiving

Orang dengan kepribadian ENTP ini memiliki karakter siaga, berbakat, cepat, berpikir secara logis, cerdik, pendorong, kreatif, inovatif, siaga, pandai berkomunikasi, terang-terangan atau spontan, dan baik dalam berbagai hal yang terjadi pada dirinya. Selain itu, ENTP memiliki rasa menghargai berbagai pengetahuan yang ia dapatkan dan rasa keinginan yang kuat dalam mengembangkan dirinya. Maka dari itu, banyak orang-orang atau tokoh-tokoh yang sukses dari kepribadian ENTP ini.

ENTP terbagi 2, yaitu: Bergolak (ENTP-T) dan Asertif (ENTP-A). (ENTP-T) akan lebih menyukai suatu hal atas dasar persetujuan dan perhatian orang lain. Sedangkan (ENTP-A) cenderung untuk memberikan timbal balik secara positif terhadap suatu hal. Pekerjaan yang cukup sesuai untuk seseorang dengan kepribadian ENTP diantaranya menjadi pengacara, psikolog, konsultan, ilmuwan, aktor, marketing, programmer, fotografer dan lain sebagainya.

Seseorang dengan kepribadian ENTP atau Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving dikenal sebagai kepribadian yang dinamakan “The Visionaries” (Visioner) atau “Inventor” (Penemu). Dengan karakternya yang seperti itu, ENTP mampu memecahkan masalah yang rumit dan menantang sekalipun, juga mampu menganalisa suatu hal dan merumuskan sesuatu secara strategis.

Karakteristik ENTP (Extrovert Intuition Thinking Perceiving)

  • ENTP sebagai Extroversion memiliki hubungan dan jaringan yang cukup luas karena pandai berkomunikasi dan berbaur dengan siapapun dan dimanapun.
  • Intuition pada ENTP dimaksudkan bahwa seseorang dengan kepribadian ini lebih menyukai untuk mendahulukan hal-hal yang sifatnya abstrak dibandingkan hal-hal yang sifatnya konkrit.
  • Thinking pada seseorang dengan kepribadian ENTP dimaksudkan bahwa mereka selalu menggunakan akal pikirannya dan selalu memilih keputusan yang sifatnya objektif.
  • Serta Perception, dicirikan dengan seseorang dengan kepribadian ENTP dapat menyesuaikan berbagai halnya dan mampu membuka segala sesuatunya dengan orang lain tanpa memutuskan suatu hal terlebih dahulu.

Kelebihan ENTP

Seseorang berkepribadian ENTP memiliki sifat dan perilaku gesit, kreatif, inovatif, berpikir secara logis, cerdik, dan baik dalam berbagai hal yang terjadi pada dirinya. Gaya bicara, kemampuan berdebatnya pun sangat baik, mampu menghargai berbagai pengetahuan, dan memiliki keinginan kuat dalam mengembangkan dirinya. Kepribadian ENTP mampu membaca perilaku orang lain dan menyukai untuk mencoba berbagai hal baru yang sesuai dengan minatnya.

Kekurangan ENTP

Terdapat beberapa kekurangan dari ENTP diantaranya yaitu :

  • Mampu berargumentasi hanya untuk kesenangannya saja tanpa merasa bersalah
  • Tidak suka untuk dikendalikan
  • Terkadang tidak suka untuk fokus
  • Tidak peka terhadap beberapa hal
  • Memiliki kepribadian yang kurang konsisten
  • Mudah jenuh terhadap rutinitasnya
  • Kurang tertarik terhadap sesuatu yang sifatnya detail, sehingga jika ENTP memiliki ide jarang sekali memiliki rencana dan tindakan agar ide kreatifnya terwujud.

Solusi untuk Orang dengan Tipe Kepribadian ENTP

Banyak orang dengan kepribadian ENTP cenderung memunculkan berbagai ide dari pikirannya, tanpa memberikan suatu rencana ataupun tindakan dalam mewujudkan ide kreatif yang mereka tuangkan. Solusi yang dapat diberikan terhadap kekurangan dari seseorang yang berkepribadian ENTP adalah berusaha untuk memiliki rasa tidak ingin menang sendiri, belajar untuk mendisiplinkan dan konsisten terhadap suatu hal, hindari suatu perdebatan yang dianggap tidak penting dan belajar untuk waspada terhadap dirinya. Selain itu, seimbangkanlah cara pandang agar tidak terlalu optimis yang dapat memicu pengambilan keputusan dan resiko yang tidak realistis. Kemudian cobalah untuk lebih memperhatikan perasaan orang lain.

 

Myers-Briggs Personality Test

Seperti yang kita ketahui, terdapat berbagai cara untuk mengetahui kepribadian seseorang, salah satunya yaitu dengan melakukan Myers-Briggs Personality Test atau biasa disebut MBTI. Melalui MBTI dapat diketahui 16 tipe kepribadian manusia.
Tes ini merupakan psikotes yang digunakan untuk mengukur preferensi psikologis manusia pada penglihatannya terhadap dunia atau lingkungannya dan dalam menentukan keputusan. Selain itu, MBTI digunakan untuk menggambarkan berbagai perbedaan fundamental terhadap tingkah laku manusia yang sehat dan normal.

Myers-Briggs Personality Test

Myers-Briggs Personality Test (MBTI)

Myers-Briggs Personality Test (MBTI) didasarkan atas jenis dan preferensi kepribadian asal Carl Gustav Jung sebagai penulis Psychological Types tahun 1921, kemudian dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers Sejak tahun 1940. MBTI didesain untuk mengukur seberapa besar kecerdasan manusia, mengetahui minat dan talenta, serta tipe kepribadian seorang.

Saat ini, sudah banyak yang menggunakan MBTI untuk mengetahui karakter kepribadian yang diperuntukkan bagi calon karyawan perusahaan atau bahkan yang telah menjadi karyawan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui posisi atau bidang yang pas terhadap pribadi seseorang sehingga dapat menghasilkan potensi karyawan yang optimal.

Menurut Isabel, The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) merupakan salah satu tes kepribadian psikometris yang digunakan dalam hal membantu orang-orang untuk menentukan bidang karir yang tepat untuk dirinya. Tes ini memberikan penjelasan mendalam terhadap kelebihan serta minat bakat seseorang supaya mereka bisa memilih jenis karir yang diminati.

Berdasarkan hasil penelitian dari MacLellan pada penjelasan Christin Reardon tahun 2011, diketahui perbedaan tipe preferensi kepribadian, diantaranya yaitu :

Arah Pusat Perhatian

  • Ekstrovert (E) mempunyai indikator energi utama pada dirinya yaitu lingkungan serta dunia luar, baik orang lain juga suatu benda; bisa mengungkapkan keadaan emosinya; dan membutuhkan hubungan dengan orang lain.
  • Introvert (I) memiliki indikator tenaga utama pada dirinya berasal dari dalam dirinya sendiri, dunia dalam pikiran dan refleksi; hanya mampu menyimpan keadaan emosi; serta membutuhkan kesendirian.

Cara Memperoleh informasi

  • Sensing (S) mempunyai indikator mengumpulkan sesuatu dengan panca indera; bisa melihat sesuatu secara rinci serta spesifik; lebih menyukai menangani suatu hal yang simpel; menjalankan hidup untuk saat ini dan menikmati apapun yang ada disekitarnya; menyukai hal yang nyata dan bisa diukur; menyukai sesuatu yang memiliki mekanisme; dan terkesan materialistis
  • Intuition (N) mempunyai indikator mengumpulkan suatu info dengan cara memakai dugaan dan firasat pada dirinya; melihat segala sesuatu dengan pola dan hubungan; lebih menyukai sesuatu dengan membayangkan kemungkinan secara imajinatif; menjalankan hidupnya untuk mempersiapkan dan mengantisipasi masa depan; menyukai berbagai perubahan; dan terkesan sebagai orang yang plin-plan serta pemimpin.

Cara membuat Keputusan

  • Thinking (T) mempunyai indikator mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan secara logis serta objektif; memutuskan sesuatu dengan pikirannya; menjalankan suatu hal atas dasar logikanya; mementingkan kebenaran dan keadilan; melihat segala sesuatunya sebagai pengamat; kuat dalam perencanaan dan analisa; terlihat seperti seseorang yang terkesan dingin serta merendah.
  • Feeling (F) mempunyai indikator bisa mengambil keputusan atas dasar pertimbangan dari nilai pribadi yang subjektif; menetapkan segala sesuatunya dengan hati; menjalankan suatu hal dengan keyakinan pribadinya; mementingkan suatu hal dengan hubungan dan keharmonisan; melihat sesuatu sebagai partisipan serta terlibat langsung salam situasi; senang memahami orang lain; dan pribadinya terkesan seperti orang yang berpikir tidak jelas dan emosional.

Orientasi terhadap Dunia Luar

  • Judging (J) mempunyai indikator gaya hidupnya terencana dan teratur; pribadi yang menikmati suatu kondisi yang telah ditentukan; menyukai batasan yang jelas serta kategori-kategori; merasa nyaman dengan aneka macam situasi yang sudah pasti atau mempunyai batasan; menangani deadline yang dimilikinya dengan aneka macam perencanaan sebelumnya; dan terkesan menjadi pribadi yang suka menuntut, kaku, gelisah ataupun menegangkan.
  • Perceiving (P) mempunyai indikator gaya hidupnya luwes, spontan, dan simpel menyesuaikan dirinya terhadap situasi juga lingkungannya; menikmati rasa ingin tahu dan kejutan-kejutan; menyukai kebebasan pada menjalankan hidupnya; merasa nyaman jika berada pada situasi yang terbuka; menghadapi deadline pada detik-detik terakhir dan tergesa-gesa; serta terkesan sebagai pribadi yang tidak terorganisir serta tidak bertanggung jawab.

Tipe Kepribadian Myers-Briggs Personality Test

Bila 4 kecenderungan sifat dasar dari manusia dikombinasikan, maka akan menghasilkan 16 tipe kepribadian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Capraro (2002), menunjukkan 16 tipe kepribadian yang dimaksud, yaitu:

  1. ESTJ (Extrovert, Sensing, Thinking, Judging)
  2. ENTJ (Extrovert, Intuition, Thinking, Judging)
  3. ESFJ (Extrovert, Sensing, Feeling, Judging)
  4. ENFJ (Extrovert, Intuition, Feeling, Judging)
  5. ESTP (Extrovert, Sensing, Thinking, Perceiving)
  6. ENTP (Extrovert, Intuition, Thinking, Perceiving)
  7. ESFP (Extrovert, Sensing, Feeling, Perceiving)
  8. ENFP (Extrovert, Intuition, Feeling, Perceiving)
  9. INFP (Introvert, Intuition, Feeling, Perceiving)
  10. ISFP (Introvert, Sensing, Feeling, Perceiving)
  11. INTP (Introvert, Intuition, Thinking, Perceiving)
  12. ISTP (Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving)
  13. INFJ (Introvert, Intuition, Feeling, Judging)
  14. ISFJ (Introvert, Sensing, Feeling, Judging)
  15. INTJ (Introvert, Intuition, Thinking, Judging)
  16. ISTJ (Introvert, Sensing, Thinking, Judging)

Bagaimana Keuntungan & Kerugian Outsourcing

Setelah mengetahui pengertian outsourcing dan bagaimana sistem kerjanya, pada artikel kali ini akan membahas mengenai aturan outsourcing hingga bagaimana keuntungan & kerugian dari sistem kerja outsourcing. Yuk disimak.

Aturan Outsourcing

Seperti yang sudah dijelaskan, outsourcing merupakan alternatif perekrutan yang dapat menguntungkan perusahaan. Meskipun demikian, ada beberapa aturan yang perlu dipatuhi perusahaan jika mereka ingin merekrut pekerja dari badan outsourcing.

Sebelumnya, salah satu regulasi tersebut adalah Pasal 66 UU Nomor 13 Tahun 2003 yang mengatur pekerjaan alih daya atau oursource. Adapun bunyi Pasal 66 UU tersebut yaitu : “Hubungan kerja antara perusahaan alih daya dengan pekerja/buruh yang dipekerjakannya berdasarkan perjanjian waktu tertentu atau perjanjian tidak tertentu.”

Diterangkan bahwa pekerjaan outsourcing dibatasi hanya untuk pekerjaan di luar kegiatan utama atau yang tidak berhubungan dengan proses produksi kecuali kegiatan penunjang (non core business process). Meskipun demikian, tidak diterangkan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dilarang untuk dilakukan pekerja outsource. Pasal tersebut hanya menyebut pekerjaan berdasarkan pada perjanjian waktu tertentu dan tidak tertentu.

Seiring berjalannya waktu, aturan mengenai outsourcing berubah dan tertera pada UU No. 11 Tahun 2020 jo PP No. 35 Tahun 2021. Pasal tersebut memaparkan bahwa alih daya atau outsource, tidak lagi dibedakan antara Pemborongan Pekerjaan (job supply) dengan Penyediaan Jasa Pekerja (labour supply). Hasilnya, tidak ada lagi pembatasan jenis pekerjaan yang dapat dialihdayakan. Jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan akan disesuaikan kembali sesuai kebutuhan sektor industri.

Bagaimana Keuntungan & Kerugian Outsourcing

Bagaimana Keuntungan & Kerugian Outsourcing

Keuntungan Outsourcing

  1. Menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan
    Outsourcing merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memangkas biaya operasional mereka. Sebab, karyawan outsourcing sudah memiliki keahlian spesifik yang dibutuhkan perusahaan, seperti keahlian membersihkan atau mengelola inventaris. Hasilnya, dengan menggunakan jasa karyawan outsourcing, perusahaan bisa menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan.
  2. Mengurangi beban rekrutmen
    Semua urusan seleksi karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa (perusahaan outsourcing). Sementara, perusahaan yang membutuhkan jasa outsource sudah bisa mendapatkan karyawan-karyawan outsource terpilih dari perusahaan outsourcing.
  3. Fokus mengurus kegiatan inti bisnis
    Ketika menggunakan tenaga kerja outsource, perusahaan tidak perlu lagi khawatir mengenai pekerjaan teknis sehari-hari yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan inti bisnis. Karena semuanya sudah diurus oleh tenaga kerja outsource, perusahaan tidak perlu lagi mencari tenaga kerja khusus, mengadakan training, atau mengalokasikan rekrutmen khusus untuk posisi-posisi tertentu.

Kekurangan Outsourcing

  1. Informasi perusahaan rentan bocor
    Menurut laman The Balance SMB, tenaga kerja outsourcing sebenarnya untuk mengisi posisi pekerjaan teknis di perusahaan. Maka, tidak disarankan bagi perusahaan untuk mempekerjakan pekerja outsource pada kegiatan utama bisnis. Sebab, mempekerjakan pekerja outsource pada kegiatan utama bisnis bisa meningkatkan peluang bocornya rahasia perusahaan, dan informasi bisa dijual ke pihak lain atau bahkan disebar ke kompetitor.
  2. Kontrak kerja yang relatif singkat
    Hal ini akan cukup merepotkan bagi perusahaan. Pasalnya, perusahaan harus sering memperbarui kontrak atau mencari perusahaan outsource lain untuk menyediakan tenaga kerja baru.
  3. Ketergantungan pada tenaga kerja outsource
    Perusahaan yang menggunakan tenaga kerja outsourcing berpotensi untuk mengalami ketergantungan. Hal ini mungkin terjadi apabila ada sistem atau cara kerja yang dirahasiakan oleh perusahaan outsource, sehingga perusahaan yang menggunakan jasa outsource tidak bisa asal mengetahui hal tersebut.

Outsourcing merupakan penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Tenaga kerja outsource bisa menjadi solusi di kala perusahaan membutuhkan sumber daya manusia tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, banyak perusahaan kini memilih untuk merekrut tenaga kerja outsource agar lebih mudah dan praktis.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing

Pada artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu pekerja outsourcing, bagaimana sejarahnya, bagaimana sistem kerja outsourcing, hingga jenis pekerjaan apa saja yang mampu dilakukan oleh outsourcing. Berikut pembahasannya.

Pada era modern ini, outsourcing merupakan jalan keluar bagi banyak perusahaan terkait masalah kurangnya sumber daya manusia di kantor mereka. Tenaga kerja outsource diharapkan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan teknis yang terdapat pada sebuah perusahaan.

Tak hanya itu, merekrut pekerja outsourcing juga dapat menjadi seni manajemen perusahaan untuk mengurangi biaya operasional mereka. Meski demikian, ada sistem kerja yang sedikit berbeda dalam merekrut tenaga kerja outsource. Bahkan, bukan hanya pekerja full-time yang bisa perusahaan jadikan karyawan dari pihak outsourcing.

Apa Itu Outsourcing?

Menurut Investopedia, outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari pihak ketiga untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu pada sebuah perusahaan. Outsourcing merupakan sebuah inisiatif yang umumnya dilakukan oleh perusahaan untuk memangkas biaya operasional mereka. Dengan demikian, karyawan yang direkrut dari outsource harus bisa melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari customer service, pekerja manufaktur, sampai administrasi perkantoran.

Para karyawan outsourcing tidak mendapat tunjangan dari pekerjaan yang dilakukannya seperti karyawan pada umumnya, serta waktu kerja tidak pasti sebab tergantung kesepakatan kontrak. Karyawan outsourcing berstatus menjadi pekerja dari perusahaan penyalur tenaga kerja. Dengan kata lain, perusahaan tempat bekerja atau perusahaan pemakai jasa outsourcing, tidak memiliki kewajiban terhadap kesejahteraan karyawan yang bersangkutan.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing

Sejarah Outsourcing

Outsourcing pertama kali dikenal sebagai strategi bisnis di tahun 1989 dan menjadi bagian integral dari ekonomi bisnis sepanjang tahun 1990-an. Seni manajemen outsourcing kian berkembang tiap tahunnya. Karena, para pakar ekonomi berpendapat bahwa outsourcing menciptakan insentif bagi bisnis serta memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya manusia pada tempat yang paling efektif.

Outsourcing juga digadang-gadang bisa membantu menjaga ekonomi pasar bebas pada skala global. waktu merekrut pekerja outsource, perusahaan bisa bekerja sama dengan perusahaan yg menyediakan asal daya manusia tadi. Perusahaan ini dianggap jua sebagai outsource, ialah sebuah institusi penyedia jasa dan energi kerja menggunakan keahlian tertentu buat perusahaan-perusahaan yang membutuhkannya. Meskipun tidak seterkenal sistem kerja yang kita umumnya kenal, outsourcing terus diminati pada pasar global.

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing?

Definisi serta hukum pekerjaan outsourcing tidak disebutkan secara khusus pada UU Ketenagakerjaan. Tetapi, pasal 64 UU Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa “Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.”

Perekrutan karyawan outsourcing dilakukan oleh perusahaan outsource. Nantinya, karyawan outsourcing bekerja untuk perusahaan melalui sistem kontrak yang dibagi menjadi 2, yaitu Perjanjian Kerja waktu tertentu (PKWT) serta Perjanjian Kerja saat tidak tertentu (PKWTT).

Jenis Pekerjaan Outsourcing

Pasal 65 ayat (2) Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan beberapa poin jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pekerja outsourcing, diantaranya yaitu:

  • Dilakukan secara terpisah dari kegiatan primer
  • Dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan
  • Merupakan aktivitas penunjang perusahaan secara keseluruhan
  • Tidak merusak proses produksi secara langsung

Pada dasarnya, karyawan outsourcing hanya mampu direkrut untuk mengerjakan pekerjaan di luar pekerjaan inti perusahaan pengguna jasa.

Menurut Nearshore Technology, beberapa contoh pekerjaan yang mampu dilakukan oleh karyawan outsourcing adalah :

  • Tim Keamanan (Security)
  • Petugas Kebersihan (Cleaning Service)
  • Penyedia makanan (catering)
  • Petugas Call Center
  • Pekerja Manufaktur
  • Kurir atau pengemudi
  • Petugas Manajemen Fasilitas (facility management)

Membicarakan Bullying dengan Anak

Setelah mengetahui apa itu bullying dan bagaimana tanda-tanda serta dampaknya, pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara membicarakan bullying dengan anak.

Cara membicarakan bullying dengan anak tentunya harus didasari pemahaman mengenai bullying, sehingga apa yang diceritakan oleh orang tua dapat dipahami oleh anak, dan anak dapat mengerti bahwa apa yang pernah terjadi padanya dinamakan bullying atau tidak.

Membicarakan Bullying dengan Anak

Cara Membicarakan Bullying dengan Anak

Jika sudah mengetahui tanda-tanda anak terkena bullying, coba bicarakan baik-baik. Anak yang menjadi korban bullying biasanya akan sangat tertutup. Namun, banyak orang tua yang bingung bagaimana cara untuk mulai melindungi anak-anak mereka dari bullying dan kekerasan lainnya.

Bahkan, beberapa orang tua mungkin tidak tahu apakah anak-anak mereka merupakan korban, saksi, atau bahkan pelaku dari perbuatan bullying. Berikut ini terdapat beberapa cara untuk  membicarakan bullying dengan anak menurut UNICEF :

  1. Pahami Terlebih dahulu Apa Itu Bullying
    Langkah pertama ialah pahami dulu apa itu bullying hingga bagaimana tanda-tandanya, anda bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.
  2. Lakukan Pencegahan
    Jangan sampai sikap bullying itu malah bersumber dari perilaku orang tua. Bertindaklah dengan baik dan jadilah teladan untuk anak-anak, ajarkan nilai-nilai keagamaan dan etika pada anak, dan tanamkan kepercayaan diri serta keberanian kepada anak Anda.
  3. Komunikasikan langsung
    Jika merasa ada perilaku yang berbeda dari anak Anda, bahkan mengarah pada tanda-tanda anak terkena bullying, segera komunikasikan langsung. Buat anak Anda senyaman mungkin supaya mau bercerita, dengarkan dengan tenang, dan bantulah anak bangkit dan kembali percaya diri.

Cara Mengatasi Bullying

Terdapat beberapa cara mengatasi bullying, bisa dimulai dengan langkah pencegahan dari anak, keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Bila bullying sudah terjadi, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan rehabilitasi. Berikut beberapa cara mengatasi bullying :

Pencegahan
Langkah pertama adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan bullying perlu dilakukan secara menyeluruh, melalui anak, keluarga, sekolah, sampai lingkungan masyarakat.

1. Pencegahan Melalui Anak

Pencegahan melalui anak dapat dilakukan dengan cara memberi pengetahuan tentang apa itu bullying dan pastikan anak mampu melawan tindakan bullying apabila terjadi kepadanya.

Selain itu, edukasi anak supaya bisa menyampaikan bantuan ketika melihat tindakan bullying terjadi. Contohnya dengan melerai/mendamaikan, mendukung korban supaya kembali percaya diri, sampai melaporkan tindakan bullying pada pihak sekolah, orang tua, serta tokoh masyarakat.

2. Pencegahan Melalui Keluarga

Orang tua perlu meningkatkan ketahanan keluarga, menerapkan hidup harmonis, dan memperkuat pola pengasuhan anak. Lakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak, memupuk rasa percaya diri sampai keberanian anak, mengajarkan etika, sampai mendampingi konsumsi internet serta bahan bacaan anak.

3. Pencegahan Melalui Sekolah

Pihak sekolah juga harus membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan anti bullying. Ini dapat dimulai dengan menerapkan komunikasi efektif antara pengajar dan siswa, melakukan pertemuan terjadwal dengan orang tua murid, hingga menyediakan bantuan pada anak didik sebagai korban bullying.

4. Pencegahan Melalui masyarakat

Lingkungan masyarakat juga berperan penting terhadap kondisi seseorang. Jadi, sebisa mungkin menentukan dan membentuk lingkungan warga yang peduli terhadap perlindungan anak dan melawan keras tindakan bullying.

5. Rehabilitasi

Selanjutnya, terdapat tindakan rehabilitasi. Ini ialah pendekatan pemulihan yang dilakukan kepada korban serta pelaku bullying. Langkah ini dilakukan dengan tujuan supaya korban serta pelaku bisa kembali bertindak seperti yang seharusnya, sesuai norma dan hukum yang berlaku.

Langkah ini juga merupakan proses intervensi yang memberikan gambaran jelas pada pembully bahwa tingkah laku bullying ialah tindakan yang tidak bisa dibiarkan berlaku di sekolah dan di lingkungan masyarakat manapun.

Segala tindakan bullying tidak dibenarkan, apapun alasannya. Jangan sampai anak menjadi pelaku atau korban bullying, karena langkah pencegahan mampu dimulai dari lingkungan keluarga. Semoga bermanfaat.